HIJAU MEMBUMI SUKAMARA

Kota sejuta Permata, Punya potensi dan Sumberdaya dan ramah Masyarakatnya. (Kab. Sukamara | Prov. Kalimantan tengah)

Institut Pertanian STIPER Yogyakarta (INSTIPER)

Kampus Harapan Bangsa, Menghadirkan Civitas Akademisi Perkebunan Terbaik Menuju Indonesia yang Bermartabat dan Sejahtera

PT.BUMITAMA GUNAJAYA AGRO

Menuju Perusahaan Kelas Dunia, dengan Memperbaiki Sumberdaya Manusia guna Menuju Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia yang HEBAT

Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī

Seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad | Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad. Penemu angka Nol dan dikenal Bapak AL JABAR.

HIZBUT TAHRIR

Partai politik berideologi Islam yang didirikan pada tahun 1953 di Al Quds berdasarkan aqidah Islam Didirikan oleh Syekh Taqiyyuddin An Nabhani (1905-1978) | Bersama umat Berjuang menegakkan Syariah dalam Bingkai Khilafah dengan Prinsip Konsisten Berdakwah.

Dr. ZAKIR NAIK

Seorang pembicara umum Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama.

Rabu, 25 November 2015

APA ITU KHILAFAH...?

Assalamu'alaikum Wr.Wb

  • Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam hadits-hadits shahih.
  • sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia Islam. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut kerangka politik yang ada sekarang, tetap saja hal itu tidak berhasil, karena memang Khilafah adalah sistem politik yang khas.
  • khalifah adalah kepala negara dalam sistem Khilafah. Dia bukanlah raja atau diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas, yaitu bai’at. Tanpa bai’at, seseorang tidak bisa menjadi kepala negara. Ini sangat berbeda dengan konsep raja atau dictator, yang menerapkan kekuasaan dengan cara paksa dan kekerasan. Contohnya bisa dilihat pada para raja dan diktator di Dunia Islam saat ini, yang menahan dan menyiksa kaum muslim, serta menjarah kekayaan dan sumber daya milik umat.
  • Kontrak bai’at mengharuskan khalifah untuk bertindak adil dan memerintah rakyatnya berdasarkan syariat Islam. Dia tidak memiliki kedaulatan dan tidak dapat melegislasi hukum dari pendapatnya sendiri yang sesuai dengan kepentingan pribadi dan keluarganya. Setiap undang-undang yang hendak dia tetapkan haruslah berasal dari sumber hukum Islam, yang digali dengan metodologi yang terperinci, yaitu ijtihad. Apabilakhalifah menetapkan aturan yang bertentangan dengan sumber hukum Islam, atau melakukan tindakan opresif terhadap rakyatnya, maka pengadilan tertinggi dan paling berkuasa dalam sistem Negara Khilafah, yaitu Mahkamah Mazhalim dapat memberikanimpeachment kepada khalifah dan menggantinya.
  • Sebagian kalangan menyamakan khalifah dengan Paus, seolah-olah khalifahadalah Pemimpin Spiritual kaum muslim yang sempurna dan ditunjuk oleh Tuhan.Ini tidak tepat, karena khalifah bukanlah pendeta. Jabatan yang diembannya merupakan jabatan eksekutif dalam pemerintahan Islam. Dia tidak sempurna dan tetap berpotensi melakukan kesalahan. Itu sebabnya dalam sistem Islam banyak sarana check and balance untuk memastikan agar khalifah dan jajaran pemerintahannya tetap akuntabel.
  • khalifah tidak ditunjuk oleh Allah, tetapi dipilih oleh kaum muslim, dan memperoleh kekuasaannya melalui akad bai’at. sistem Khilafah bukanlah sistemteokrasi. Konstitusinya tidak terbatas pada masalah religi dan moral sehingga mengabaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, kebijakan luar negeri dan peradilan.Kemajuan ekonomi, penghapusan kemiskinan, dan peningkatan standar hidup masyarakat adalah tujuan-tujuan yang hendak direalisasikan oleh Khilafah. Ini sangat berbeda dengansistem teokrasi kuno di zaman pertengahan Eropa dimana kaum miskin dipaksa bekerja dan hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan imbalan berupa janji-janji surgawi.Secara histories, Khilafah terbukti sebagai negara yang kaya raya, sejahtera, dengan perekonomian yang makmur, standar hidup yang tinggi, dan menjadi pemimpin dunia dalam bidang industri serta riset ilmiah selama berabad-abad.
  • Khilafah bukanlah kerajaan yang mementingkan satu wilayah dengan mengorbankan wilayah lain. Nasionalisme dan rasisme tidak memiliki tempat dalamIslam, dan hal itu diharamkan. Seorang khalifah bisa berasal dari kalangan mana saja, ras apapun, warna kulit apapun, dan dari mazhab manapun, yang penting dia adalah muslim.Khilafah memang memiliki karakter ekspansionis, tapi Khilafah tidak melakukan penaklukkan wilayah baru untuk tujuan menjarah kekayaan dan sumber daya alam wilayah lain. Khilafah memperluas kekuasaannya sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya, yaitu menyebarkan risalah Islam.
  • Khilafah sama sekali berbeda dengan sistem Republik yang kini secara luas dipraktekkan di Dunia Islam. sistem Republik didasarkan pada demokrasi, dimana kedaulatan berada pada tangan rakyat. Ini berarti, rakyat memiliki hak untuk membuathukum dan konstitusi. Di dalam Islam, kedaulatan berada di tangan syariat. Tidak ada satu orang pun dalam sistem Khilafah, bahkan termasuk Khalifahnya sendiri, yang boleh melegislasi hukum yang bersumber dari pikirannya sendiri.
  • Khilafah bukanlah negara totaliter. Khilafah tidak boleh memata-matai rakyatnya sendiri, baik itu yang muslim maupun yang non muslim. Setiap orang dalam NegaraKhilafah berhak menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan-kebijakan negara tanpa harus merasa takut akan ditahan atau dipenjara. Penahanan dan penyiksaan tanpa melalui proses peradilan adalah hal yang terlarang.
  • Khilafah tidak boleh menindas kaum minoritas. Orang-orang non muslim dilindungi oleh negara dan tidak dipaksa meninggalkan keyakinannya untuk kemudian memeluk agama Islam. Rumah, nyawa, dan harta mereka, tetap mendapat perlindungan dari negara dan tidak seorangpun boleh melanggar aturan ini. Imam Qarafi, seorang ulama salaf merangkum tanggung jawab khalifah terhadap kaum dzimmi“Adalah kewajiban seluruh kaum muslim terhadap orang-orang dzimmi untuk melindungi mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan mereka yang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan santun, dan bahkan menoleransi kesalahan mereka bahkan jika itu berasal dari tetangganya, walaupun tangan kaum muslim sebetulnya berada di atas (karena faktanya itu adalah Negara Islam). Kaum muslim juga harus menasehati mereka dalam urusannya dan melindungi mereka dari ancaman siapa saja yang berupaya menyakiti mereka atau keluarganya, mencuri harta kekayaannya, atau melanggar hak-haknya.”
  • Dalam sistem Khilafahwanita tidak berada pada posisi inferior atau menjadi warga kelas dua. Islam memberikan hak bagi wanita untuk memiliki kekayaan, hakpernikahan dan perceraian, sekaligus memegang jabatan di masyarakat. Islammenetapkan aturan berpakaian yang khas bagi wanita – yaitu khimar dan jilbab, dalam rangka membentuk masyarakat yang produktif serta bebas dari pola hubungan yang negatif dan merusak, seperti yang terjadi di Barat.
  • Menegakkan Khilafah dan menunjuk seorang khalifah adalah kewajiban bagi setiap muslim di seluruh dunia, lelaki dan perempuan. Melaksanakan kewajiban ini sama saja seperti menjalankan kewajiban lain yang telah Allah Swt perintahkan kepada kita, tanpa boleh merasa puas kepada diri sendiri. Khilafah adalah persoalan vital bagi kaum muslim.
  • Khilafah yang akan datang akan melahirkan era baru yang penuh kedamaian, stabilitas dan kemakmuran bagi Dunia Islam, mengakhiri tahun-tahun penindasan oleh para tiran paling kejam yang pernah ada dalam sejarah. Masa-masa kolonialisme dan eksploitasi Dunia Islam pada akhirnya akan berakhir, dan Khilafah akan menggunakan seluruh sumber daya untuk melindungi kepentingan Islam dan kaum muslim, sekaligus menjadi alternatif pilihan rakyat terhadap sistem kapitalisme. (HTI)

Senin, 23 November 2015

KEMULIAAN ISTRI YANG MENAFKAHI SUAMI DAN ANAKNYA

Assalamu'alaikum Wr.Wb

wanita bekerja dalam islam
Di zaman Nabi, terdapat seorang wanita yang menjadi salah satu istri dari sahabat beliau shallallahu alaihi wasallam. Wanita tersebut bernama Zainab ats Tsaqafiyyah. Ia merupakan sosok wanita yang menekuni dunia bisnis dan menjadi seorang pengrajin. 


Dari hasil penjualan kerajinannya tersebut, ia menafkahi kehidupannya bersama suami dan anak-anaknya. Namun ternyata apa yang telah dilakukannya membuat ia merasa galau karena setiap harinya ia tak mampu untuk bersedekah dan menghabiskan semua yang ia dapat untuk keperluan keluarga. Ia tak tahu balasan bagi istri yang nafkahi suami dan anaknya.


Zainab berkata pada suaminya “Sesungguhnya engkau dan anak kita telah menghalangiku untuk bersedekah di jalan Allah. Tolong tanyakan kepada Rasulullah, jika yang kulakukan ini termasuk kebaikan akan aku lanjutkan. Dan jika bukan termasuk kebaikan, aku akan berhenti mengerjakannya”.


Suaminya yang ternyata Abdullah bin Mas’ud r.a pun mendatangi dan menyampaikan pertanyaan sang istri kepada Rasul. Setelah Rasul mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud, Rasul pun menjawab sebagaimana termaktub dalam kitab Hilyatul Auliya “Nafkahilah mereka (anak dan suami) sesungguhnya bagimu pahala yang engkau infaqkan untuk mereka”.


Itulah kisah yang telah terjadi saat jaman Rasul ada dan kini kondisi tersebut semakin dirasakan oleh kaum muslimin yang cukup kesulitan mencari pekerjaan untuk laki-laki dan mudahnya mencari pekerjaan bagi seorang perempuan.


Maka apa yang bisa kita ambil hikmahnya akan kejadian tersebut adalah bahwa amal shaleh pasti akan mendatangkan balasan yang baik. Apa yang dilakukan oleh Zainab ats Tsaqafiyyah terhadap anak dan suaminya merupakan sebuah kebaikan dan itu akan dicatat sebagaimana sedekah yang ingin ia lakukan.


Hal ini tentu bukanlah sebuah pembenaran akan sifat malas sang suami dalam mencari nafkah atau menyuruh sang istri bekerja sementara suami enak-enakan diam di rumah tanpa merasa bersalah. Kondisi Abdullah bin Mas’ud diatas memang tidak mencukupi untuk hidup sehari-hari sehingga istrinya pun harus ikhlas membantu sang suami mendapatkan penghasilan.


Lakukanlah upaya yang terbaik dan kita bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jika pun istri harus bekerja itu merupakan sebuah cara agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dan bukannya untuk menghilangkan kewajiban mencari nafkah bagi suami.


Untuk kalian para istri yang turut mencari nafkah.... Berbahagialah karena apa yang telah kalian nafkahkan untuk keluarga akan dicatat menjadi suatu amalan yang serupa dengan sedekah tanpa dikurangi sedikit pun serta tak melalaikan tanggungjawab kepada suami dan anak-anakmu.

SUMBER : www.kabarmakkah.com


BAHAYA KETIKA BERCERMIN

Assalamu'alaikum Wr.Wb
"DIMANA ADA KACA DI SITU ADA KITA | TAK PUAS LIHAT DIRINYA, SETANPUN DATANG MENJELMA"
Guyonan ini saya dapat ketika melihat Fenoma Pemuda/Pemudi zaman sekarang yang senang bolak-balik menghadap Cermin, saya juga dink. Hehe
beranjaknya usia ke dewasa tentunya banyak pola kehiduapan yang menjadi pusat perhatian, tak terkecuali masalah penampilan. Terutama ni ya kaum-kaum Perempuan. Heee
Penampilan yang kini harus tertata, bukan lagi seperti bocah di masa lama. dengan Kaca/Cermin kita dapat melihat detail-detail diri secara nyata.
Namun masalahnya, aktivitas berCermin ini dapat menyebabkan 2 hal, Yaitu kebaikkan (Syukur) dan Keburukkan (Berputus Asa dan Pamer,dll)
Yang kita khawatirkan adalah Keburukkannya yang membawa petaka. Contohnya :
1.Mengedit rupa diri dengan Berlebihan sebab keputus asaannya (operasi,Suntik pelangsing,dll)
2.Pamer dan membanggakan diri sendiri
3.Pada akhirnya kesakitan batin dan Lahir akibat merasa ingin dipuji terus-menerus dan dampak dari berbagai Proses operasi guna memperindah dirinya.

Hal semacam ini jelas Setan sudah Menjelma. Karena berbagai hal yang disebabkannya. Seperti:
1.Boros(Tak sesuai porsi biaya yang dikeluarkan)
“Sesengguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara Setan dan Setan itu adalah sangat Ingkar kepada tuhannya”(Q.S Al Isra ayat 27)

2.Usaha terus menerus untuk pamer
3.Tidak Bersyukur
4.Berputus asa, dll

Padahal kita ini harus tetap Bersyukur apapun yang ada pada diri ini, sebab Allah telah menciptakannya dengan Penuh hikmah dan sebaik-baiknya ciptaan.
Allah Berfirman: 
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
"Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya"(Q.S At Tiin ayat 4)

Maka dari pembahasan ini, andika mengajak diri andika sendiri bersama Saudara sekalian untuk mewaspadai godaan-godaan setan melalui aktivitas berCermin intensif.
Maklumlah setan ini godaannya sangat Dahsyat, Kuat mengajak pada jalan Maksiat dan yang tergoda segeralah Bertobat.
Berlindunglah kepada Allah sebagai sebaik-baiknya Pelindung. 
“Dan jika Kamu di timpa sesuatu Godaan Setan, Maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui”(Q.S Al-A'raf ayat 200)

Kamis, 19 November 2015

“PARIS ATTACK” OPERASI “FALSE FLAG” KE MANA ARAHNYA?

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Jum’at (13/11/2015) waktu setempat, serangan telah terjadi di Paris. Tak tanggung-tanggung, serangan dilakukan di 6 titik, secara terpisah, pada waktu yang bersamaan. Korbannya 153 tewas, dan 300 luka-luka. Menariknya, pelaku bom bunuh diri meninggalkan jejak, paspor berkebangsaan Suriah. Tak lama setelah insiden ini, PM Perancis, Manuel Valls (13/11/2015) langsung mengeluarkan pernyataan, bahwa serangan ini diatur dari Suriah (BBC Indonesia, 17/11). Dikuatkan dengan klaim ISIS sabagai pihak yang melakukan serangan ini.
Peristiwa ini terjadi dua hari menjelang KTT G-20 di Antalya, Turki, Ahad (15/11). Di sela-sela KTT G-20, Presiden AS, Barack Obama bertemu PM Turki, Erdogan. Setelah pertemuan itu, Obama menyatakan, “Kedua pemimpin sepakat untuk menunjukkan solidaritas kepada Prancis dalam melacak pelaku serangan di Paris dan akan meningkatkan kekuatan untuk menumpas jaringan jihadis tersebut.” Hal yang sama dilakukan Obama dengan Raja Salman, KSA. Seorang pejabat AS, seperti dikutip dari AFP (15/11) menyatakan, pembicaraan dengan Raja Salman meliputi klaim ISIS di balik serangan di Paris.
Obama juga melakukan pembicaan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai masalah yang sama. Pihak Gedung Putih mengatakan, kedua pemimpin itu sepakat, bahwa konflik di Suriah mendesak dicarikan jalar keluar menyusul serangkaian Serangan Paris. 
Disebutkan, dua pemimpin negara-negara besar itu setuju perlunya gencatan senjata dan transisi politik di Suriah. Obama menyambut segala usaha untuk menentang ISIS dan menyerukan kepada Rusia untuk memusatkan perhatian pada kelompok itu dalam operasinya di Suriah. Namun seorang pejabat Rusia mengatakan negaranya dan Amerika masih mempunyai perbedaan tentang taktik yang seharusnya digunakan dalam memerangi ISIS (BBC, 16/11).

Setelah Serangan Paris ini, pesawat tempur Prancis menyerang Raqa, Suriah. Dikutip dari AFP, Senin (15/11/2015) ini merupakan serangan udara pertama Perancis melawan ISIS setelah aksi teror kelompok itu di Paris. Sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target. Obama dan Erdogan, setelah peristiwa ini, secara terbuka menyatakan akan meningkatkan kekuatan untuk menumpas jaringan jihadis tersebut (14/11).

Peta “Serangan Paris”
Jika ada yang mengatakan, bahwa Serangan Paris ini merupakan Operasi False Flag (Bendera Palsu) ada benarnya. Operasi False Flag adalah operasi rahasia yang dilakukan oleh pemerintah, perusahaan atau organisasi, yang dirancang untuk muncul seolah-olah ini dilakukan oleh entitas lain, untuk membenarkan menuju ke arah peperangan melawan orang-orang yang telah dituduh salah tersebut.
Pertama, terjadinya serangan di 6 titik, serentak dan waktu yang sama, dilakukan di negara sekaliber Perancis, dan intelijen negara itu tidak bisa mengendusnya, tentu aneh, bahkan aib. Kedua, pelaku bom bunuh diri, yang potongan jarinya ditemukan, diketahui bernama Omar Ismail Mostefai (29 tahun), telah diinformasikan oleh Kepolisian Turki kepada Kepolisian Perancis dua kali, pada Desember 2014 dan Juni 2015, tapi tak ditanggapi. Mostefai yang dilahirkan di kawasan miskin Paris, Courcouronnes, 21 November 1985, pernah didakwa atas delapan kejahatan ringan antara tahun 2004 dan 2010, namun tidak dipenjara (AFP, 16/11). Ketiga, terjadi dua hari menjelang KTT G-20 di Antalya, Turki, juga bukan moment kebetulan. Keempat, Senin (16/11) sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target di Raqqa, Suriah. Kelima, Perancis pun langsung mengirim Kapal induk Charles de Gaulle dikerahkan ke Mediterania Timur untuk meningkatkan operasi di Suriah. “Kapal induk Charles de Gaulle akan berangkat ke Mediterania Timur pada hari Kamis. Dengan kapasitas lebih banyak, tiga kali lipat,” kata Francois Hollande di depan anggota parlemen di Versailles, Prancis seperti dilansir AFP, Selasa (17/11/2015).
Semuanya ini sudah cukup untuk membuktikan, apa, siapa dan motif Serangan Paris yang sesungguhnya. Siapapun pelakunya, Serangan Paris ini jelas telah menjadi justifikasi kebijakan Perancis untuk meningkatkan serangannya ke Suriah. Ini seperti cara AS ketika menginvasi Irak dan Afganistan, setelah Serangan WTC 9/11/2001. Serangan Paris ini juga digunakan untuk menggalang dukungan Eropa, dan negara-negara G-20, terhadap rencana AS dan sekutunya di Suriah. Bagi Perancis, ini merupakan momentum untuk meraih lebih banyak keuntungan di Suriah dan seluruh dunia, sebagaimana yang diraih AS di Irak dan Afganistan, pasca 9/11.

Arah dan Tujuan “Serangan Paris”
Seperti sudah diketahui, Suriah yang menjadi sasaran serangan bersama AS, Rusia dan Perancis saat ini berpotensi menjadi ancaman besar bagi kepentingan Barat di dunia Islam. Bukan karena ISIS, tetapi karena Revolusi Syam yang diberkati, yang telah berlangsung 5 tahun dan belum berhasil mereka padamkan. Berbagai skenario untuk menggagalkan Revolusi ini telah gagal.
Seperti diketahui, kelompok Jihadis yang disebut Obama, yang hendak dihabisi, sesungguhnya bukan ISIS. ISIS baru diproklamirkan 1 Ramadhan 1435 H di Suriah. Jumlah mereka juga tidak banyak. Mereka hanya kelompok minoritas di Suriah. ISIS justru diciptakan untuk mengoyak front Jihadis yang melawan Bashar Asad, yang tak lain adalah agen AS. Bahkan, ISIS juga bekerjasama dengan Bashar Asad, dalam penjualan minyak Suriah. ISIS juga telah digunakan untuk melakukan pembusukan citra Khilafah yang juga dicita-citakan oleh front Jihadis dan yang lain. Kali ini, ISIS juga digunakan di Perancis untuk mematangkan rencana jahat Koalisi Setan negara-negara penjajah itu.
Semuanya ini dilakukan setelah berbagai rencana mereka gagal. Dengan ISIS yang diciptakan di Suriah pun ternyata tidak berhasil melemahkan kekuatan front Jihadis. Front Syiah, seperti Iran, Irak dan “Hizbullah” di Libanon yang secara terang-terangan mempertahkan Bashar Asad, juga tidak berhasil. Ditambah serangan brutal Rusia, atas restu AS, baik yang pertama maupun kedua, juga tidak berhasil. Berbagai proposal, mulai dari Khafi Anan dan Lakhdram Brahimi juga gagal. Yang terbaru, Proposal De Mistura juga belum berhasil. Begitu juga pembentukan berbagai koalisi untuk menjadi agen, pengganti Bashar, juga gagal, karena ditolak oleh rakyat Suriah.
Semuanya ini dilakukan setelah eksodus besar-besaran rakyat Suriah ke negara-negara Eropa akhir tahun 2014 lalu. Dilakukan setelah Rusia memprakarsai Koalis Turki-Saudi-Suriah-Yordania, setelah Vladimir Putin bertemu Pangeran Amir bin Muhammad Salman (Sky News ‘Arabiyyah, 18/06). Setelah pertemuan ini, Amir bin Muhammad Salman dipertemukan oleh Rusia dengan Ali Mamluk (Kabiro Keamanan Suriah), bahkan Ali Mamluk terbang ke Riyadh dengan pesawat Rusia (al-Akhbar, 31/07). Setelah itu, diikuti pertemuan tiga Menlu: John Kerry (AS), Sergey Lavrov (Rusia) dan ‘Adil Jabir (Saudi). Dalam pernyataan persnya, setelah pertemuan ini, Kerry menyatakan, bahwa ketiganya sepakat pentingnya solusi politik dan peranan kelompok oposisi hingga tercapainya solusi (Asy-Syarq al-Ausath, 1/8).
Iran, yang semula terus mempertahkankan Bashar, tetapi setelah melihat perkembangan, tidak mungkin lagi dipertahankan, bersama-sama KSA, yang nota bene sama-sama agen AS, akhirnya menjalankan Proposal De Mistura. Gencatan senjata di az-Zabadani (ibukota Provinsi Raif Damaskus), Fu’ah dan Kafarya, setelah adanya kesepakatan antara Jaisy al-Fath dengan delegasi Iran. Dengan kesepakatan ini, pasukan Mujahidin dan keluarganya dikeluarkan dari az-Zabadani dan seluruh Wadi Barda, Bukain dan Madhaya, yang merupakan urat nadi Rezim Bashar di Damaskus. Tidak hanya itu, senjata mereka juga dihancurkan. Ini berarti, Rezim Asad kembali bisa bernafas lega. Perlu diketahui, Jaisy al-Fath adalah faksi Mujahidin yang didukung KSA. Mujahidin az-Zabadani sendiri berulang kali meminta bantuan Jaisy al-Fath di Idlib, dan Jaisy al-Islam di Ghouta.
Turki sendiri, yang juga merupakan agen AS, selama ini tampak mendukung Mujahidin, termasuk menyediakan wilayahnya bagi mereka untuk membuka kantor, sebenarnya berperan besar mengontrol arah perjuangan mereka. Beberapa faksi ini kemudian disatukan dalam sebuah koalisi di bawah pengawasan Robert Ford (delegasi AS). Turki berusaha menghimpun sebanyak-banyaknya faksi, seperti Ahrar as-Syam, al-Jaisy al-Hurr, Fashail Islamiyyah, Fashail Turkmaniyyah, bahkan Jabhah Nushrah (al-Jazeerah.net. 21/8).
Peranan Turki dan Saudi, dalam skenario AS ini semakin jelas setelah Serangan Paris ini. Selain menjadi tempat memproduksi agen-agen AS, pasca Asad, peranan Turki sangat jelas setelah bergabung dalam Pakta Obama dalam memerangi terorisme. Peranan yang paling menonjol adalah pembukaan pangkalan Incirlik Air Base, milik Turki, untuk pesawat-pesawat AS, Rusia dan sekutunya pasca ledakan di Suruj. Terakhir, diamnya Turki atas serangan Rusia ke Suriah yang menggunakan wilayah udara Turki. Bahkan, telah mengganggu 8 pesawat Turki, tapi Turki tidak melakukan apapun.

Skenario AS vs Eropa
Proposal De Mistura adalah proposal AS. Rusia, KSA, Iran, Suriah, Irak dan terakhir Turki berada dalam satu front AS. Sedangkan Perancis, Jerman, Inggeris dan negara Eropa lainnya berada dalam satu front. Meski awalnya, mereka menginginkan Bashar Asad segera ditumbangkan, bukan untuk mendukung Revolusi Syam, tetapi untuk mengakhiri kekuasaan AS di Suriah. Namun, sebelum Serangan Perancis (Jum’at, 13/11), mereka terpaksa mengikuti rencana AS.
Meski front AS dan Eropa sepakat dalam satu hal, bahwa Revolusi Syam adalah ancaman bagi mereka. Karena keberhasilan Revolusi ini berarti kembalinya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah, bukan Khilafah ‘ala ISIS. Ini tampak dari pernyataan Presiden Perancis, “Suriah saat ini bisa dipilah menjadi dua. Sebagian dikontrol oleh Rezim Bashar. Sebagian dikuasai oleh kekacauan dan oposisi, yang tujuan akhirnya adalah Khilafah. Ini akan menjadi masalah terburuk. Untuk itu, kami tidak akan pernah menerima kenyataan ini, dan hal-hal yang mengarah ke sana.” (al-Waie no 187 tahun XV, 1-30 November 2015).
Hanya saja, front Eropa ingin memanfaatkan momentum ini untuk melenyapkan dominasi AS dan antek-anteknya di Suriah. Pada saat yang sama, jika ini tidak berhasil, mereka tetap mempunyai musuh bersama, yaitu ancaman Revolusi Syam, dengan tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah. Karena itu, Serangan Perancis (Jum’at, 13/11) yang diikuti dengan invasi Perancis ke Suriah akan dijadikan sebagai amunisi bagi Perancis dan Eropa untuk: Pertama, menjalankan rencana mereka sendiri, dan keluar dari rencana AS. Kedua, jika ini tidak berhasil, maka momentum ini akan digunakan untuk mengaborsi Revolusi Suriah, melalui tekanan bertubi-tubi, hingga para Mujahidin itu menyerah.
Tekanan itu dilakukan melalui serangan Rusia dan Perancis ke wilayah Suriah. Tekanan itu juga dilakukan di Eropa terhadap para pengungsi Suriah, yang tak lain adalah keluarga Mujahidin. Ditambah tekanan yang akan terus-menerus dilakukan melalui agen-agen AS, baik Iran, Saudi maupun Turki, hingga akhirnya Mujahidin itu menyerah, dan Proposal AS atau Eropa berhasil diwujudkan, dan Revolusi Syam yang diberkati itu gagal mewujudkan tujuannya, tegaknya kembali Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah.
Mana yang akan berhasil, semuanya sampai saat ini dalam genggaman Allah. Tetapi, jika Mujahidin di Suriah tetap berpegang teguh pada tujuan mulianya, dan menolak semua proposal AS dan Eropa, termasuk pengkhianatan agen-agen mereka, serta hanya bersandar kepada Allah SWT, dengan izin dan pertolongan Allah, mereka akan berhasil. Tetapi, jika tidak, sejarah akan mencatat, Revolusi Syam yang penuh berkah itu akan berhasil dikubur setelah 5 tahun bergolak.
Hasbuna-Llahu wa Ni’ma al-Wakil, Ni’ma al-Maula wa Ni’ma an-Nashir (Cukuplah Allah bagi kita. Dialah sebaik-baik Wakil, Pelindung dan Penolong kita). Semoga Allah segera memberikan pertolongan kepada umat Nabi-Nya, yang tengah dikelilingi Koalisi Iblis untuk menggagalkan tujuan mulia mereka, menjunjung tinggi kalimah-Nya, dengan tegaknya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah.
SUMBER : KH Hafiz Abdurrahman, MA (DPP Hizbut Tahrir Indonesia)

Kamis, 12 November 2015

BERHIJAB KOK PACARAN DAN BEBAS BERGAUL..??

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Sebagai mahasiswa kampus, tentunya banyak rupa karakter manusia yang hidup didalamnya. Tak terkecuali Akhwat-Akwat yang Menggetarkan hati..hehehe
Semenjak saya berkuliah yang sudah berjalan selama 3 semester dan alhamdulillah masuk semester 4, saya sering mendapat Pertanyaan Mengenai hal yang diatas. Begitu terhujamnya hati saya ketika mendengar pertanyaan itu. Ibarat sakitnya itu dimana-dimana....hikssss
Maka dengan Bergegas saya ajukan Beberapa Faktor Penyebab Fenomena diatas yaitu :
1.Tidak adanya Pemahaman yang baik seseorang tentang Hubungan lawan jenis.
2.Berhijab itu Suatu Kewajiban dan Pacaran itu Jelas Terlarang
3.Cengkraman Globalisasi membuat sesorang Bebas dalam Bertindak tanpa ada sekat yang berarti.
4.Tidak ada sistem yang Kuat dalam Melindungi Generasi serta tidak ada hukum yang menjerakan bagi Pelakunya.
Dari keempat hal diatas maka harus kita pahami :
1.Keterbatasan pemahaman akibat faktor Internal yakni seseorang tidak mau mempelajari bagaimana islam mengatus hubungan lawan jenisnya serta Keluarga,Masyarakat yang notabennya tidak mau Menegur. 
Maka dari itu jangan jadi manusia beriman abal-abal atau masyarakat yang apatis. Padahal jelas Rasulullah Menyampaikan kepada kita bahwa Umat muslim itu "SATU TUBUH" jikalau ada bagian tubuh lain yang sakit maka yang lain merasakan | Jika ada bagian tubuh yang kotor maka berusaha kita untuk Membersihkan.

2.Berjhijab itu Suatu Kewajiban, bila ditinggalkan Berdosa | kalau dilaksanakan Mulia. 
Namun beda kasus bila ada embel-embel pacaran yang Mestinya jelas di larang didalam Islam sebagaimana Firman Allah "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk (QS.Al Israa. ayat 32)"

Yang gak hijab tapi gak Pacaran atau Yang hijab tapi pacaran ya itu sama-sama Dosa.
Maka yang Lengkap itu Berhihab tapi gak Pacaran. 
Iabarat HP gk Cuma Casing bagus tapi isi dalamnya juga gk Palsu.

3. Pengaruh zaman sekarang kalau kita gk kuat-kuat ya habislah. Sebab engkau dituntut untuk Mengikuti Maunya manusia yang Gengsi. Gengsi kalau tidak Pacaran, takut malu dianggap gak punya pasangan. Ditambah tontonan yang tidak mendidik genarasi Muda malah menjerumus pada kemaksiatan.
Padahal Wanita atau Lelaki yang Berkelas gak suka yang bekas-Bekas | kalau mantap imannya gak suka yang Jalan Pintas. Ia gk...??? Hehe
4.Sistem yang sekarang mah gak ada pedulinya lagi, gak ada Bentengnya lagi untuk Melindungi pemuda dan pemudi.
Maka dari itu untuk menjaga batas2 Hubungan Lawan Jenis perlu Adanya Syariah Islam dalam Bingkai Khilafah dengan Konsistensinya untuk mewajibkan seluruh Umat muslim Mengajak pada yang Ma'ruf dan Mencegah pada yang Munkar.
Allah Berfirman "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui "QS. Al-Jatsiyah ayat 18)"
guna Menimbulkan Kemashalatan yang baik bagi seluruh Umat. "Sesungguhnya syariat itu ditetapkan bertujuan untuk tegaknya (mewujudkan) kemashlahatan manusia di dunia dan Akhirat (Imam Asy-Syathibi dalam kitab al-Muwwafaqat)"

Rabu, 11 November 2015

HARI PAHLAWAN : PAHLAWANKU DISELURUH DUNIA

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Hari pahlawan bukanlah hari yg biasa,Itu hari tempat kita mengenang mereka yang berjasa, Menjadikan negeri ini bebas dari penjajah durjana, Sehingga kita cukup menghamba kepada Allah saja!

Tetapi pahlawan kita tak hanya mereka | yg saat ini namanya menghias jalan-jalan kota,
yg berjuang demi kemerdekaan Indonesia | Bagi muslim, pahlawan itu dari seluruh dunia, bahkan dari kurun lebih 14 abad lamanya,

ada Saad bin Abi Waqash yg menamatkan kekaisaran Persia, ada Thariq bin Ziyad: menaklukkan Andalusia di Eropa,


ada Salahuddin al Ayubi: membebaskan Palestina, ada Muhammad al Fatih yg membuka Konstantinia,
juga ada al Mu'tashim yg mngirim pasukan amat perkasa, ke negeri Amuria demi menjaga kehormatan seorang wanita biasa.

Bagi muslim, pahlawan juga mereka, guru2 spanjang masa, seperti Imam Bukhari yg mngumpulkan hadits shahih nan mulia, Imam Syafi'i merumuskan ushul fiqih paling pertama, Imam Ibnu Katsir dengan tafsirnya yang seluas samudra, Imam Suyuthi menuliskan tarikh khilafah dari awalnya,
Imam Al-Mawardi mengajari dunia tentang tatanegara.

Ada pula Al-Khawarizmi pengembang aljabar & matematika, Abu Qasim az Zahrawi, yang ilmu bedah berhutang padanya, Abbas Ibnu Firnas, orang pertama yg menaklukkan angkasa; Ibnu Al-Haitsam, sang penemu fisika optika yg sbenarnya.


Dan masih ribuan lagi guru-guru inspirator sejati tuk dunia. 
Mereka adalah pahlawan 2 hakiki yg amat mulia, karena amal jariyah mereka bertahan sepanjang masa. Di antara mereka ada yg Allah wafatkan di medan laga, Hamzah bin Abdul Mutholib yg jadi penghulu para syuhada & masih banyak lainnya.

mereka dirindukan seluruh penduduk langit & penduduk surga, Iman membuat mereka tampak sangat bercahaya, mereka berjuang tanpa pamrih apapun dari isi dunia.


Sungguh kita amat rindu dapat bersua dengan mereka & itu hanya bisa terpenuhi kalau kita melakukan amal usaha, yang sesuai dengan amal shaleh yang amat mereka cinta,
karena iman perlu bukti-bukti yg nyata !

SUMBER : Prof. Fahmi Amhar

KHILAFAHNYA KOK GAK TEGAK-TEGAK..??

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Sebagai pengemban dakwah tentunya pertanyaan Semacam ini sering timbul, Perjuangan yang begitu konsisten dari masa lampau Oleh HT menjadi kesimpang siuran bagi saudara sekalian yang Belum memahami.
Juga Keragu-raguan kawanan oragnisasi dakwah yang lain terhadap Perjuangan HT terutama. Maka dari ini saya sebutkan Beberapa Faktor penyebab keragu-raguan saudara.
1.HT Sudah Terlalu Lama Berjuang, bayangkan dari tahun 1953 sampai sekarang Gak Tegak-Tegak dan apakah ini tidak sia-sia...???
2.Akhir dari pemikirannya "Benar gak sih Khilafah itu ada"..??
Ketiga hal di atas adalah analisa singkat dalam Berfikir. Maka disini saya akan Bantah Argumen Tersebut dengan Fakta sejarah dan Dalil2. Sejarah disini hanya sebuah Inspirasi untuk Perjuangan Khilafah Bukan Dalil....
1. Kalau tilik lebih dalam, coba temukan dalam agenda atau Perjuangan HT mana yang sia2.
Halaqah : Merupakan Kegiatan Penguatan Akidah bagi segenap anggota HT.
Kontak : Merupakan Aktivitas dimana Syabab HT diwajibkan dalam Bersosialisasi dengan Masyarakat Guna memperkenalkan Ideologi yang dibawa. Hal ini juga Mempererat Hubungan sesama saudara Muslim serta berbagi Pemikiran dalam Menuju Kebaikkan.
Resolusi Perjuangan : saya lihat dari agenda HT Indonesia saja. Contohnya Seperti Pembacaan Nasroh di masjid2 guna menyampaikan Akar Permasalahan yang dihadapi umat Muslim saat ini. Agenda Besar seperti Rapat dan Pawai Akbar, Muktamar Khilafah dll, Ini guna Membuka Opini pada masyarakat Luas Bahwa Perjuangan Khilafah Ini bukan Tanpa Pendukung walau Memang para syabab rela keluar Uang, tenaga bahkan waktunya tapi YAKINLAH ini Perjuangan mulia sebab Banyak kebaikkan didalamnya yang membuat masyarakat Mengetahui Perkara Islam.
Allah Berfirman " Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat Zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya (Al-Zalzalah ayat 7)"
Bahkan sekecil Atompun amal kebaikan tidaklah sia2. Maka disini perlu kita sadari mana Kegiatan2 HT yang sia-sia.
Kok Gak Tegak-Tegak..?? Kita tinjau pada sejarah Penaklukan Konstatinopel (Turki), Bayangkan saja Pada zaman Rasulullah hingga pada Pemerintahan Khilafah Utsmaniyah pada kepemimpinan Sultan Muhammad Al Fatih Konstatinopel Akhirnya bisa tegak setelah 800 Tahun Memperjuangkannya yang dimana Terus bergulir dari generasi kegenarasi.
2. Na udzubillah,, sebenarnya sudah Jelas dan banyak dalil yang Mengatakan kedatangan Khilafah salah satunya ini Dari Hudzaifah bin al-Yaman RA "Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian”. Kemudian beliau diam”. (HR Ahmad)
KESIMPULAN
A.Perkara Khilafah Bukanlah Mudah Perlu perjuangan,Perngorbanan maka hasilnya Kemuliaan

B.Belum tegaknya Khilafah ini harusnya Menjadi Momentum untuk Umat ini masuk Dalam Barisan Perjuangan "Jika Khilafah Tegak" tentunya tak lebih Spesial dari pada yang "Memperjuangkannya".
C.Multi talenta,kerendahan hati,Kesabaran,Keikhlasan, Metodologis serta Konsisten yang Menjadikan Perjuangan HT tidak Berubah Haluan. Insya allah Akan Terus Berkembang Hingga Keseluruh Penjuru Dunia.
D. Kebaikan pasti Menang Allah Berfirman ”Dan katakanlah : Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu (pasti) akan lenyap. (Al Isra ayat 81)”
E.Tegaknya Khilafah Hanya masalah Waktu ‪#‎YukBerjuang‬ ..!!

Selasa, 03 November 2015

MAHASISWA : ALASAN LALAI MENGKAJI ISLAM

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Beberapa Hal yang Membuat MAHASISWA Lalai Dalam Mengkaji Islam......!!!
1.Banyaknya Omongan Orang terhadap Organisasi Islam yg Buruk dapat menyebabkan keyakinan mereka berkurang ditambah kita tidak Mempelajarinya Lebih dalam.
2.Sibuk Aktivitas Dunia Membuat Kita lalai dalam Menuntut Kebaikkan.
3.Ketidak Biasaan Kita Berkorban fisik dan Harta membuat kita takut akan Kerugian.
4. Ketidak tahuan kita Betapa Baik dan Mantapnya Ibadah dalam Jama'ah Menuju Kebaikkan tersebab kita tidak Pernah Belajar Ilmu Agama.
Dari Semua itu harus kita Pahami dan Evaluasi diri..
1.Rasullah Pernah Bersabada "Akan datang suatu zaman dimana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api."
(HR. Tirmidzi)". Kalau kita TIDAK benar-benar kuat maka kita akan lalai dari Islam bahkan bisa jadi Murtad . Nauzubillah...
2.Kita Lihat Mahasiswa pada umumnya, Asik Berpacaran, Rela Berkorban Bagi Organisainya (BEMF,Senat,Himpunan,dll) walau tubuh lelah atau uang terkuras. Padahal Hal semacam Ini sungguh tidak Jelas mengantarkan dia Pada Kebaikkan yang Kekal yaitu akhirat.
Sedangkan Mereka lalai Terdahap WAJIB belajar ILMU AGAMA Bersama Jamaah menyiapkan Bekal Ketika Allah memanggil kelak.
Kesibukkan Aktivitas dunia membuat Kita tidak Pernah Takut siksa Tak tau Indahnya Surga.
3.Ketakutan kita akan Kehilangan Dunia akibat kita TIDAK Benar-benar Mengenal Allah dan Rasul serta Betapa Besar Balasan yang Allah Berikan.
Allah Berfirman " Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.”
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”(An Nisaa’ : 74-76)
4.Dunia ini Bukan Ladang Untuk Mempersibuk Kesenangan. Tapi Menanam Kebaikkan hingga Kita tuai Kebahagiaan disurga yang dijanjikan.
walau didunia Allah Berikan. Namun tidak seberapa besarnya..
Kita tidak Memahami hakikat Kebaikkan, walupun Kecil tapi allah Membalasnya. Allah Berfirman "kalau kalian berbuat baik, kebaikannya untuk diri kalian sendiri, kalau kalian berbuat jahat, akibatnya akan menimpa kalian juga.
(Al Israa’: 7)"
”Tidak ada satupun orang yang sudah masuk surga ingin kembali ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia kecuali orang yang mati syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh 10 kali karena melihat keutamaan syuhada.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Pentingnya Hidup dalam jamaah untuk kita bersama-sama dalam mengingatkan dan mengajak Pada Kebaikkan.
Sungguh Betapa Buruknya diri ini bila kalah Oleh sebuah panggung sandiwara. Seharunya kita yang Menguasa panggung.
Benar Perkataan Ulama "Dunia dan Akhirat Itu Ibarat Rumput dan Padi, Jika engkau asik Menanam Rumput jangan harap tumbuhnya Padi, Namun Bila Engkau Menanam Padi maka tumbuhnya Rumput sudahlah Pasti"

Sabtu, 31 Oktober 2015

MULTI TALENTA : JIHAD PEMUDA ISLAM PEJUANG PERADABAN

Assalamu'alaikum Wr.Wb.


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Alquran sudah mencatat beberapa kisah tentang pemuda. Surah Al Kahfi ayat 18 menceritakan tentang ashabul kahfi. Yaitu, sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah menyelamatkan diri dari kaumnya yang menyimpang.  Allah menidurkan mereka di dalam gua selama 309 tahun hingga sampai tiba masa penguasa yang beriman. Kemudian, surah Al Buruj membahas pemuda ashabul ukhdud.
Surah ini menceritakan pemuda yang tegar dalam keimanannya pada Allah. Penguasa yang murka membinasakan kaum beriman dengan menceburkan mereka ke dalam parit berisi api yang bergejolak. 

Pada masa Rasulullah, mayoritas orang yang pertama-tama masuk Islam adalah pemuda. Secara sosio-kultural, fenomena ini berkaitan dengan karakter agama Islam yang revolusioner. Laiknya setiap gagasan besar, ia selalu disambut oleh kaum muda, bukan kaum muda tua yang sudah mapan dengan tradisi.
Pemudalah yang memiliki energi dan semangat untuk menyambut gagasan-gagasan baru. 
Maka, tidak aneh apabila kaum muda yang pertama-tama meyakini Islam dan menjadi ujung tombak gerakan dakwah di Makkah.
Islam memandang pemuda bukan sebagai makhluk setengah dewasa yang labil atau gemar membuang waktu, sebaliknya Islam menaruh harapan besar kepada para pemuda untuk menjadi pelopor.

Para pemuda Muslim generasi awal berkiprah dalam spektrum luas. Rasulullah memetakan potensi tiap-tiap sahabat dengan cermat. Alquran surah At Taubah ayat 122 menyebutkan, tidak sepatutnya mukminin terjun semua ke medan perang. Harus ada sebagian dari mereka yang tinggal untuk memperdalam ilmu pengetahuan keagamaan dan memberi peringatan pada kaumnya.
Itulah yang dilakukan Rasulullah. Sahabat yang memiliki kapasitas memimpin dan bersiasat ditunjuk menjadi panglima perang, sedangkan sahabat yang memiliki minat mendalami ilmu diberi tempat di masjid.

Dalam bidang kemiliteran, tercatat nama Sa’ad bin Abi Waqqash yang masuk Islam ketika berumur 17 tahun. Khalid Muhammad Khalid dalam Biografi 60 Sahabat Rasulullah menulis, Sa’ad adalah orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah. Ia ditunjuk menjadi panglima kaum Muslim di Irak dalam perang melawan Persia pada masa Amirul Mukminin Umar bin Khattab.
Pemuda lainnya, Usamah bin Zaid pada usia 18 tahun dipercaya Rasulullah untuk memimpin pasukan yang di dalamnya ada sahabat-sahabat ternama, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Pasukannya berhasil dengan gemilang mengalahkan tentara Romawi.
Atab bin Usaid diangkat menjadi gubernur Makkah pada usia 18 tahun. Dua ksatria yang membunuh Abu Jahal dalam perang Badar, Mu’adz bin Amr bin Jamuh dan Mu’awwidz bin ‘Afra, juga masih berusia belasan tahun.

Di bidang keilmuan, ada Zaid bin Tsabit, pemuda Anshar yang masuk Islam pada usia sebelas tahun. Pada masa Perang Badar dan Uhud, dengan semangatnya Zaid pernah memohon diizinkan berperang, namun ditolak oleh Rasulullah karena masih terlalu kecil. Ia baru dizinkan berperang pada masa Perang Khandaq tahun 5 Hijriyah.
Kecerdasan Zaid membuat pemuda ini dipercaya menjadi penulis wahyu oleh Rasulullah. Ia mampu menguasai berbagai bahasa dalam tempo singkat. Pada masa kodifikasi Alquran, Khalifah Abu Bakar pertama kali menunjuk Zaid untuk menghimpun ayat-ayat Alquran. 

Ada pula Abdullah bin Mas’ud, salah satu assabiqunal awwalun yang dikaruniai kepandaian dalam membaca Alquran. Dengan berani, berulang kali Ibnu Mas’ud membacakan ayat-ayat Alquran di hadapan pemuka Quraisy yang tengah berkumpul di Kabah.
Kaum Quraisy langsung berang dan menghajarnya, namun tidak membuat Ibnu Mas’ud surut. Dia merupakan satu dari empat orang yang kepadanya umat diwasiatkan untuk mempelajari Alquran. 

Mu’adz bin Jabal juga masih berusia muda saat memeluk Islam di tangan Mus’ab bin Umair. Rasulullah memujinya sebagai orang yang paling mengetahui tentang halal dan haram. Anas bin Malik juga masih berusia 10 tahun saat menjadi pelayan Rasululah. Ia termasuk salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadis dari Rasululah. 

Kemudian sepupu Rasulullah, Ibnu Abbas, masih berusia sangat muda saat menjadi rujukan para sahabat dalam memahami Alquran. Ibnu Abbas mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah.
Oleh Umar bin Khattab, Ibnu Abbas sejak awal telah diikutkan dalam musyawarah para pembesar Madinah. Ketika para sahabat senior protes dan bertanya mengapa anak kecil itu diikutkan, Umar menunjukkan bahwa kapasitas keilmuan Ibnu Abbas memang pantas ada di sana. 

Duta pertama yang dikirim Rasulullah juga berasal dari golongan pemuda adalah Mus’ab bin Umair, seorang pemuda kaya, rupawan, dan terpandang di Makkah. Ia rela meninggalkan keluarga, kemewahan, dan kehormatan di tengah kaumnya demi Islam.
Mus’ab adalah duta pertama dalam sejarah Islam. Ia diminta Rasulullah mengajar Alquran kepada penduduk Madinah. Ketika itu, di antara sahabat Rasulullah sebenarnya masih ada beberapa sahabat yang lebih tua dan lebih berkedudukan, tetapi Rasulullah punya pertimbangan sendiri mengutus Mus’ab. 

“Mus’ab menyadari bahwa dirinya hendak menangani persoalan yang paling besar saat itu. Ia bertanggung jawab dalam menentukan masa depan Islam di Madinah yang tak lama kemudian menjadi Darul Hijrah, titik pusat dakwah dan para dai,” tulis Khalid Muhammad Khalid.


SUMBER : REPUBLIKA.CO.ID,